Nama daerah Sagaranten menurut penduduk setempat diambil dari dua kata bahasa daerah 'Sagara' yang artinya Lautan dan 'Inten' yang artinya intan atau batu yang berkilauan. Tak salah di daerah tersebut sejak 1945 memang dikenal sebagai produsen batu akik. Semenjak booming era batu berkilau tersebut pesanan meningkat tajam, hingga mengangkat perekonomian masyarakat setempat. "Di sini mayoritas produksi untuk ekspor, sisanya baru untuk pasar nasional dan lokal," ujar Ketua Paguyuban Batu Akik Indonesia, Ujang Sulaeman. Meski mayoritas penduduk berprofesi sebagai pengrajin akik, Ujang menyebut pihaknya masih kewalahan memenuhi tingginya pesanan dari pasar luar negeri. Hingga akhirnya terpaksa sejumlah bahan didatangkan dari luar wilayah. "Ada dari Baturaja Lampung, Kalimantan, Jambi, Sulawesi dan Maluku, beli bahan mentah lalu dipoles di sini" imbuhnya. Berkah batu akik benar-benar disyukuri masyarakat di berbagai usia. Mulai dari pemilik 'home ...